Jumat, 03 Juni 2011

Lima SMP Terbuka di Jateng Lulus Nol Persen

SEMARANG--MICOM: Dinas Pendidikan Jawa Tengah mencatat lima sekolah menengah pertama (SMP) terbuka di wilayah itu memiliki tingkat kelulusan siswanya nol persen atau tak ada satu pun siswa yang lulus pada ujian nasional 2011.

"Ada lima SMP terbuka di tiga kabupaten, yakni Kendal, Kebumen, dan Temanggung yang tingkat kelulusannya nol persen," kata Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Kunto Nugroho HP, di Semarang, Jumat (3/6).

Ia menyebutkan, di Kabupaten Kendal ada satu SMP terbuka dengan jumlah siswa enam orang, Kebumen ada satu SMP terbuka dengan enam siswa, dan Temanggung ada tiga SMP terbuka dengan total siswa 21 orang. Terkait penyebab tingkat ketidaklulusan 100 persen di lima SMP terbuka itu, ia mengatakan pembelajaran di SMP terbuka berbeda dengan pembelajaran di sekolah umum, sebab sifatnya yang tidak mengikat atau sukarela.

Biasanya, kata Kunto, para peserta didik di sekolah terbuka adalah siswa dari kalangan kurang beruntung, sehingga selain belajar, mereka juga harus bertanggung jawab mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan bekerja. Akan tetapi, ia mengatakan kondisi tahun ini jauh lebih baik dibandingkan pada tahun lalu yang mencatat sebanyak 105 SMP terbuka memiliki tingkat kelulusan nol persen dengan jumlah siswa 1.380 orang.

Sementara itu, peringkat tiga besar SMP yang meraih nilai ujian nasional (UN) tertinggi adalah SMP Negeri 1 Magelang dengan nilai 36,44, disusul SMP Negeri 2 Semarang dengan nilai 36,01, dan SMP Negeri SBBS Gemolong (35,87).

Sebelumnya, Disdik Jateng mencatat tingkat kelulusan siswa SMP di Jateng pada 2011 sebesar 99,046 persen, dari total peserta sebanyak 505.574 siswa, lulus sebanyak 500.751 siswa. dan tidak lulus 4.823 siswa. (Ant/OL-04)

Siswa SMP Swasta Dominasi Ketidaklulusan UN di Malang

MALANG--MICOM: Angka ketidaklulusan ujian nasional (UN) tingkat SMP sederajat di Malang, Jawa Timur tahun 2011 didominasi oleh SMP swasta dan SMP terbuka.

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Malang Sri Wahyuningtyas, Jumat (3/6) mengakui jumlah siswa SMP swasta di daerah itu yang tidak lulus mencapai 67 siswa atau 1,7 persen dan SMP Terbuka sebanyak 18 siswa atau sekitar 0,38 persen dan SMP negeri mencapai 14 siswa atau 0,19 persen.

"Kami sudah berupaya secara maksimal untuk meraih kelulusan yang lebih baik, bagi siswa yang masih belum berhasil lulus melalui UN, bisa mengikuti ujian paket B," katanya menambahkan.

Ia mengatakan, banyaknya siswa SMP terbuka yang tidak lulus itu dikarenakan mereka banyak yang bekerja, sehingga kurang konsentrasi dalam mengikuti pelajaran maupun ketika menghadapi soal-soal ujian. Namun demikian, lanjutnya, tingkat kelulusan siswa SMP/MTs tahun ini jauh lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Dari sebanyak 12.580 siswa yang mengikuti UN, yang tidak lulus kurang dari satu persen.

Sementara di Kabupaten Malang, dari sebanyak 32.550 siswa lebih yang tidak lulus hanya 8 siswa dan di Kota Batu dari 2.787 siswa yang tidak lulus mencapai 22 siswa. Meski tingkat ketidaklulusan UN SMP persentasenya menunjukkan tren positif (menurun), tak satupun siswa di wilayah Malang Raya itu menembus nilai UN 10 besar regional Jatim.

Peraih nilai UN tiga besar Jatim justru diraih siswa-siswi dari daerah (kota/kabupaten) yang tidak menyandang status sebagai kota pendidikan, yakni siswa dari Tuban dengan nilai 39,10, Jombang dengan nilai 38,60 dan Surabaya dengan nilai 38,40. (Ant/OL-04)

Rabu, 01 Juni 2011

Lembaga bimbingan belajar Surabaya

Lembaga bimbingan belajar Surabaya terbaik sd adalah lembaga bimbingan belajar suprauno, kerena melaksanakan metode multiintelegensi.

Lembaga bimbingan belajar Surabaya tercerdas sd adalah lembaga bimbinganbelajar suprauno karenamengutamakankualitasdanpelayanan terhadapsiswa.

Lembaga bimbingan belajar Surabaya tercanggih sd adalah Lembaga bimbingan belajar suprauno karenaberbasiskan computer dan internet di berikan secara gratis tis tis.

Lembaga bimbingan belajar Surabaya terkeren sd adalah Lembaga bimbingan belajar Surabaya karena mengutamakan siswa untukmenjadi yang terdepan.

Lembaga bimbingan belajar Surabaya terfavorit sd adalah Lembaga bimbingan belajar suprauno karena sudahmemiliki ratusan siswadi setiapcabangnya.

Lembaga bimbingan belajar Surabaya termodern sd adalah Lembaga bimbingan belajar suprauno karena menggunakan metode pembelajaran terbaru.

Lembaga bimbingan belajar Surabaya terbaik sd adalah Lembaga bimbingan belajar suprauno karena selalu mencapai target pembelajaran yang telah di tentukan.

Lembaga bimbingan belajar Surabaya teraktif sd adalah Lembaga bimbingan belajar suprauno karena kegiatan siswa lebih di utamakan yakni 70 % daripada aktivitas gurunya.

Lembaga bimbingan belajar Surabaya terkreatif sd adalah Lembaga bimbingan belajar suprauno karena metode pembelajaran yang dipakai selalu berbeda dari sebelumnya.

lembaga bimbingan belajar suprauno terdepan dalam prestasi.

Pendaftaran Sekolah Negeri di Cilegon Gratis

CILEGON (Pos Kota) – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon memastikan bahwa pendaftaran masuk sekolah negeri mulai tingkat SD, SMP hingga SLTA gratis . Biaya formulir pendaftaran sekolah sudah tercover dalam dana sumbangan pendidikan (DSP) yang dibiayai Pemkot Cilegon. Untuk itu, Dindik mengimbau seluruh sekolah negeri di Kota Cilegon tidak memungut uang formulir pendaftaran kepada orang tua wali murid yang hendak mendaftarankan anaknya masuk sekolah.

Kepala Dindik Kota Cilegon, Muhtar Gozali mengatakan, kebijakan pemkot menggratiskan biaya pendaftaran masuk sekolah yang ditanggulangi dalam alokasi DSP gratis tersebut sudah berjalan sejak 2007 silam. Jika dalam pelaksanaannya nanti ada sekolah yang memungut biaya pendaftaran, maka Dindik akan mengambil tindakan.

“Formulir pendaftaraan itu tidak boleh dijual. Jadi, kalau ada yang memungut biaya pendaftaran, ya kita akan beri teguran keras,” ujar Muhtar kepada sejumlah wartawan, Senin (30/5).

Untuk sekolah swasta, sistem manajemen pendaftarannya menjadi hak pihak pengelola sekolah. Meski demikian, Dindik mengimbau agar sekolah swasta tidak mematok biaya masuk sekolah yang terlalu tinggi. “Kita imbau sekolah swasta tidak memasang tarif terlalu tinggi sehingga tidak membebani orang tua siswa,” katanya. (haryono/B)

Empat Remaja Pengedar Narkoba Ditangkap

Metrotvnews.com, Jombang: Sebanyak empat orang remaja bagian dari jaringan pengedar narkoba antarsekolah di Jombang, Jawa Timur, ditangkap polisi saat bertransaksi di salah satu sekolah negeri di wilayah tersebut, Rabu (1/6). Dari keempat pelaku dua di antaranya kakak beradik.

Keempat tersangka yang di antaranya tiga remaja putus sekolah dan satu pelajar ini ditangkap jajaran Kepolisian Resort Jombang. Dari tangan keempat pelaku polisi menyita 500 butir pil dobel "l" dan dua paket sabu seberat 0,25 gram. Polisi juga menyita uang sebesar Rp160 ribu hasil dari transaksi barang haram tersebut.

Menurut Kasubag Humas Polres Jombang Ajun Komisaris Polisi Yogas keempat pelaku merupakan pemain lama. Keempat pelaku merupakan jaringan spesialis pengedar narkoba antarpelajar di Jombang.(DNI)

Sekolah negeri di DS jadi bisnis

PERCUT SEI TUAN – Banyak sekolah milik pemerintah(negeri) di Kabupaten Deli Serdang yang juga dijadikan sekolah swasta oleh pengurus sekolah yang dinilai sudah menyimpng dari aturan pendidikan.

Hal itu terjadi pada Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) 1 Desa Medan Estate yang pada sore harinya beroperasi SMK Mandiri (swasta) dan SMP Negeri 1 Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan yang pada sore hari menjadi SMP PGRI (swasta).

Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pendidikan (GMPPK) Kabupaten Deli Serdang Sulaiman Nasution kepada Waspada Online malam ini mengatakan kalau penggunaan gedung sekolah negeri oleh perguruan swasta yang ada di Deli Serdang illegal karena melanggar aturan pendidikan.

“ Penggunaan gedung sekolah negeri tersebut adalah akal bisnis para pengurus sekolah untuk mendapatkan keuntungan gaji tambahan diluar kerja dinas. Seharusnya perguruan swasta tersebut harus mempunyai gedung dan pengelolan sendiri sehingg tidak mengganggu kegiatan sekolah negeri,” ungkap Sulaiman.

Sulaiman mensinyalir ada permainan antara Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang dengan para Kacabdis dan para kepala Sekolah dalam pengondisian pengelolaan sekolah swasta yang beroperasi di sekolah Negeri tersebut

Sekolah negeri di DS jadi bisnis

PERCUT SEI TUAN – Banyak sekolah milik pemerintah(negeri) di Kabupaten Deli Serdang yang juga dijadikan sekolah swasta oleh pengurus sekolah yang dinilai sudah menyimpng dari aturan pendidikan.

Hal itu terjadi pada Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) 1 Desa Medan Estate yang pada sore harinya beroperasi SMK Mandiri (swasta) dan SMP Negeri 1 Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan yang pada sore hari menjadi SMP PGRI (swasta).

Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pendidikan (GMPPK) Kabupaten Deli Serdang Sulaiman Nasution kepada Waspada Online malam ini mengatakan kalau penggunaan gedung sekolah negeri oleh perguruan swasta yang ada di Deli Serdang illegal karena melanggar aturan pendidikan.

“ Penggunaan gedung sekolah negeri tersebut adalah akal bisnis para pengurus sekolah untuk mendapatkan keuntungan gaji tambahan diluar kerja dinas. Seharusnya perguruan swasta tersebut harus mempunyai gedung dan pengelolan sendiri sehingg tidak mengganggu kegiatan sekolah negeri,” ungkap Sulaiman.

Sulaiman mensinyalir ada permainan antara Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang dengan para Kacabdis dan para kepala Sekolah dalam pengondisian pengelolaan sekolah swasta yang beroperasi di sekolah Negeri tersebut